Kamis, 04 Oktober 2012

NEGARA MANAKAH YANG PALING TERANCAM BILA PERMUKAAN LAUT NAIK?

Pemanasan global yang menjadi perbincangan hangat satu dekade terakhir memang berakibat pada perubahan iklim yang salah satunya menimbulkan efek bumi yang memanas. Panasnya suhu bumi berakibat pula pada kekhawatiran akan mencairnya es di kutub utara atau selatan. Tidak terbayangkan bagaimana jika es abadi tersebut mencair, tentu akan membuat permukaan air naik meninggi. Jörn Birkmann dari Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bonn, salah satu penulis indeks risiko 2012 bersama dengan"Bündnis Entwicklung Hilft" (Ikatan Bantuan Pembangunan) membuat daftar negara-negara yang memiliki resiko terparah terkena dampak naiknya permukaan laut tersebut.

Dalam indeks tersebut ada 173 negara yang didata dan keterangan besarnya resiko yang dihadapi negara tersebut. Menurut indeks itu, tiga negara kepulauan di Samudera Pasifik memiliki risiko terbesar. Vanuatu menghadapi risiko terbesar, ya
itu 36,31%. Berikutnya Tonga (28,62 %) dan Filipina (27,98 %). Kepulauan Karibia, kawasan Amerika Tengah dan negara-negara Afrika di sebelah selatan wilayah Sahel juga termasuk daerah berisiko tinggi. Sebaliknya Katar berada di ranking terakhir, dengan risiko lebih rendah dari 1%.

Dengan adanya list ini Birkmann berharap negara-nebera bisa mempersiapkan infrastruktur, situasi pangan, dan tempat tinggal yang baik. Bila tidak, situasi buruk tentu akan dialami negara-negara. “Kapasitas penanggulangan menjadi aspek, yang diperlukan secara kongkret pada saat terjadi bencana. Misalnya tim dokter dan pemerintahan yang berfungsi,” ujar ilmuwan itu. Kapasitas untuk mengantisipasi terutama mencakup kesanggupan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. (KF-SOS/Mrg/DW) | Follow KF di Twitter: @koranfesbuk

By azad avairst with No comments

0 komentar:

Posting Komentar