Pemanasan global yang menjadi perbincangan hangat satu dekade terakhir
memang berakibat pada perubahan iklim yang salah satunya menimbulkan
efek bumi yang memanas. Panasnya suhu bumi berakibat pula pada
kekhawatiran akan mencairnya es di kutub utara atau selatan. Tidak
terbayangkan bagaimana jika es abadi tersebut mencair, tentu akan
membuat permukaan air naik meninggi. Jörn Birkmann dari Universitas
Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bonn, salah satu penulis indeks risiko
2012 bersama dengan"Bündnis Entwicklung Hilft" (Ikatan Bantuan
Pembangunan) membuat daftar negara-negara yang memiliki resiko terparah
terkena dampak naiknya permukaan laut tersebut.
Dalam indeks
tersebut ada 173 negara yang didata dan keterangan besarnya resiko yang
dihadapi negara tersebut. Menurut indeks itu, tiga negara kepulauan di
Samudera Pasifik memiliki risiko terbesar. Vanuatu menghadapi risiko
terbesar, ya
itu 36,31%. Berikutnya Tonga
(28,62 %) dan Filipina (27,98 %). Kepulauan Karibia, kawasan Amerika
Tengah dan negara-negara Afrika di sebelah selatan wilayah Sahel juga
termasuk daerah berisiko tinggi. Sebaliknya Katar berada di ranking
terakhir, dengan risiko lebih rendah dari 1%.
Dengan adanya
list ini Birkmann berharap negara-nebera bisa mempersiapkan
infrastruktur, situasi pangan, dan tempat tinggal yang baik. Bila
tidak, situasi buruk tentu akan dialami negara-negara. “Kapasitas
penanggulangan menjadi aspek, yang diperlukan secara kongkret pada saat
terjadi bencana. Misalnya tim dokter dan pemerintahan yang berfungsi,”
ujar ilmuwan itu. Kapasitas untuk mengantisipasi terutama mencakup
kesanggupan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan
lingkungan. (KF-SOS/Mrg/DW) | Follow KF di Twitter: @koranfesbuk
Dengan adanya list ini Birkmann berharap negara-nebera bisa mempersiapkan infrastruktur, situasi pangan, dan tempat tinggal yang baik. Bila tidak, situasi buruk tentu akan dialami negara-negara. “Kapasitas penanggulangan menjadi aspek, yang diperlukan secara kongkret pada saat terjadi bencana. Misalnya tim dokter dan pemerintahan yang berfungsi,” ujar ilmuwan itu. Kapasitas untuk mengantisipasi terutama mencakup kesanggupan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. (KF-SOS/Mrg/DW) | Follow KF di Twitter: @koranfesbuk
By azad avairst with No comments

